Skuad Inter vs Chievo 26 September 2012

Beberapa jam ke depan akan diadakan pertandingan Inter Milan melawan Chievo Verona.
Lebih tepatnya pada tanggal 26 September 2012, pukul 20:45 (CET).

Bisakah Inter bangkit dari keterpurukan? Setelah sebelumnya mengalami kekalahan dari 0-2 dari Siena.
Saya harap begitu ^ ^.

Inter yang sekarang adalah Inter yang baru, bahkan benar-benar baru. Ada banyak pemain baru yang didatangkan. Semoga Inter cepat menjadi tim yang solid dan mendapatkan kemenangan di pertandingan kali ini.

Berikut susunan tim Inter yang dibawa pelatih Andrea Stramaccioni ke Stadio Marcantonio Bentegodi dalam pertandingan Serie A melawan Chievo Verona....

Goalkeepers:
1   Samir Handanovic
12 Luca Castellazzi
27 Vid Belec

Defenders:
4   Javier Zanetti
6   Matias Silvestre
23 Andrea Ranocchia
25 Walter Samuel
26 Cristian Chivu
40 Juan Jesus
42 Jonathan
55 Yuto Nagatomo

Midfielders:
10 Wesley Sneijder
11 Ricky Alvarez
14 Fredy Guarin
16 Gabi Mudingayi
19 Esteban Cambiasso
20 Joel Obi
21 Walter Gargano
31 Alvaro Pereira

Forwards:
7   Philippe Coutinho
22 Diego Milito
88 Marko Livaja
99 Antonio Cassano

AYO INTER, KAMU BISA!
Continue Reading...

Selamat Idul Fitri 1432 H

Untuk semua pengunjung blog ini, aku ucapkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H; Taqabbalallahu minna wa minkum; Ja’alanallahu waiyyakum minal a’idin wal faizin. Aku mohon maaf atas semua kekhilafan yang pernah aku lakukan. Maaf jika tanpa sadar aku telah menyakiti kalian melalui postingan di blog ini. Masih banyak kekurangan dalam diriku. Semoga kalian bisa memakluminya, dan bersabar menunggu diriku menjadi yang lebih baik. I LOVE U ALL.
Continue Reading...

Drama Korea Secret Garden episode 10

Beberapa hari ini aku terlalu sibuk hingga belum sempat membuat sinpic Secret Garden episode 8 dan 9. Jadi, aku akan lewati 2 episode tersebut. Akan aku coba 'cicil' sambil mengerjakan sinpic SG episode selanjutnya.
Karena itu, aku langsung lompat membuat sinpic Secret Garden episode 10.
Maaf atas segala kekurangan yang saya miliki.


SinPic (Sinopsis Picture) Secret Garden episode 10
"25 tahun yang lalu, aku berusia 10th. 15 tahun yang lalu,20 tahun. 5 tahun yang lalu, 30. Dan sekarang 5 tahun telah berlalu. Tapi aku tetap merasa berumur 10 th".
"Mengapa aku begitu kekanak-kanakan?"

"Kau tidak kekanak-kanakan".
"Anak kecil akan berkata, "Aku ini adalah kakak!"".

"Ra Im, ternyata kau lebih mengagumkan lebih dari yang kuduga".


Joo Won: "Sungguh pemandangan yang bagus!"

"Ra Im, apa kau punya janji bertemu dengan dia?"

"Tidak!"
"Melihat dia masih saja datang meski aku sudah bilang tidak ingin bertemu, sepertinya dia benar-benar bodoh. Atau mungkin dia sangat menyukaiku".

"Untuk apa kau memakai piyama ibu-ibu seperti itu?"

"Ini bukan pakaian yang pantas menerima kritikan seperti itu!"
"Desainer dari eropa mengerjakan setiap detilnya satu demi satu...."

"Mengapa kau memanggil dia "Oppa"?!"
"Kau belum pernah sekalipun memanggilku Oppa!"
"Apa kau lupa, ada perbedaan 4th di antara kita."

"Sopan santun negara mana ini!? Membanting pintu di depan wajah orang!?"
"Apa kau tidak bisa berpikir kalau aku akan terluka karena hidungku lebih tinggi dari yang lain!?"
"Hey! Gil Tang Ja!!!!"


***** ^ ^ *****

"Ah... kau dapat paket".


"Aku pergi ke rumah seseorang. Dia memiliki perpustakaan penuh dengan buku."
"Saat melihatnya, aku bertanya-tanya apakah dia membaca semua buku itu.... buku apa yang dia sukai"
"Apa yang dia pikirkan setelah membaca..... apa yang dia rasakan...."
"Aku ingin mengetahuinya".


***** ^ ^ *****

"Mengapa kau mengikutiku?"

"Yang tadi kau katakan pada Gil Ra Im.... apa kau sungguh-sungguh?"

"Itu keluar dari mulutku, tentu saja aku sungguh-sungguh!"

"Kau tidak mungkin serius".

"Mengapa tidak?"
"Apa kau benar-benar menyukai Ra Im?"
"Apa kau bisa bertanggung jawab atas perasaanmu sekarang ini?"

"Tanggung jawab?! Pertanyaan itu lebih cocok untukmu."

 "Karena itulah aku dihukum seperti ini."
"Semua yang kau miliki.... dapatkah kau melepaskannya?"

"Apa aku harus melakukannya?"

"Tidak harus. Tapi kau akan kehilangan dia. Sederhanakan?!"
"Apa kau tahu perbedaan ibuku dan ibumu dengan istri kaya lainnya?"
"Mereka tidak memindah namakan warisan kepada anak mereka selama mereka masih hidup".
"Kau tahu kenapa? Itu agar kau dan aku selalu mematuhi mereka".
"Dapatkah kau menang dari ibumu?"

"Bagaimana aku bisa?"

"Itu karena kau tidak memiliki alasan untuk menang dari ibumu".
"Karena bagimu, pernikahan adalah peluang bisnis terbesar sekali seumur hidup".
"Jangan membuatnya sulit bagi Ra Im."
"Kau tidak memiliki hak!"



***** ^ ^ *****
 



"Rumah Kim Joo Won 'pengecut' brengsek".




***** ^ ^ *****

"Scene 102. An open field. Night. A bloodstained Jean stands before a masked assasin...."

"Ini. Kau akan tahu setelah mendengarkannya. Dengarkan setelah latihan."

"Direktur.. lihatlah dia. Dia mendengarkannya sekarang."

"Direktur! Kapan Anda merekam semua ini?"

"Terima kasih banyak!"


***** ^ ^ *****
 





***** ^ ^ *****

Acara tanda tangan Oska yang sepi...

Lalu datang beberapa fans Oska berteriak menyemangati....
"Oppa! Kami percaya padamu Oppa!
"Oppa! Bertahanlah... Fighting!"
"Kami akan melindungimu Oppa!"

"Siapa yang melindungi siapa?!"
"Aku yang akan melindungimu! Aku!"
"Percayalah padaku. Walaupun suaraku tidak bagus, tapi aku punya moral".
"Aku akan tanda tangan bukan sebagai penyanyi Oska, tetapi sebagai pria bernama Choi Woo Young".

Acara tanda tangan menjadi ramai.

"Aku tidak percaya padamu Oppa. Kau juga tidak percaya padaku khan?!"
"Tapi... aku masih penggemarmu".
'Untuk Yoon Seul, dengan semua cinta abadiku' Tolong tuliskan seperti itu.





"Untuk Yoon Seul, karena telah mencintaiku selama waktu itu... Aku ucapkan terima kasih.
2010.12.Oska"


***** ^ ^ *****
 Joo Won yang melihat pertunjukan opera, membayangkan sosok Ra Im ada di sampingnya.





***** ^ ^ *****
 
"Kakek Presdir datang."




***** ^ ^ *****
 
"Minumlah tehmu... Aku mau mandi dulu"

"Ini hanya perlu waktu 5 menit."
"Aku datang karena kau belum menelponku akhir-akhir ini."
"Kau tidak kehabisan obat?"

"Obat...?"
"Oh... aku tidak minum obat belakangan ini."
"Bagaimana bisa aku tidak minum obat dan tidur di kamar berukuran kotak korek api kecil???"

"Ada sesuatu yang ingin kuketahui."
"Apa orang biasanya melepaskan sesuatu untuk mendapatkan hal yang mereka inginkan?"

"Tentu saja, karena apa yang mereka inginkan berada di luar kemampuan mereka".

"Jadi kau mengatakan kalau wanita itu di luar kemampuanku?!"
"Wanita itu??"

TING TONG!!! (background sound)


"Ah... wanita itu benar-benar..!"

"Apa dia harus bersikap kuno seperti ini?"

"Apa kau tahu betapa sulitnya bagi orang yang tidak memiliki apapun untuk bersikap seperti ini?"
"Jika dia seperti wanita kebanyakan, dia akan menerimanya dengan senang lalu menghilang."
"Dengar... aku katakan padamu, wanita itu di luar jangkauanmu"



***** ^ ^ *****
 
"Mengetahui pengarang penjiplak itu muncul dan meminta maaf membuatmu merasa bebas kan?"


"Cari tahu di mana Han Tae Sun. Aku belum minta maaf dengan benar sebelum menyuruhnya pergi".


***** ^ ^ *****
 
"Lagu yang sudah dijiplak.... itu lagumu kan?"


"Aku mengakui kemampuanmu. Bukankah alasan itu sudah cukup?"



***** ^ ^ *****
 Joo Won yang kesepian, selalu memikirkan Ra Im.

Joo Won yang bermain dengan aplikasi Smurf di hpnya. Smurf mengulangi perkataan Joo Won.
"Omo...Kim Joo Won. Apa kau tahu, aku sangat menantikan telpon darimu?"
"Aku sangat merindukanmu hingga aku mati".
"Kim Joo Won, aku akan menjadi Catwomanmu selamanya, hohoho..."


"Mengapa kau tidak bisa bersikap seperti, Gil Ra Im?"


***** ^ ^ *****


"Choi Woo Young adalah orang pertama di Korea yang mendapatkannya".

"Masukan lagi ke trukmu. Ini bukan rumah Choi Woo Young."


***** ^ ^ *****

"Apa kau ingin mati?! Keluar dari situ!"

"Sepertinya skandal penjiplakan sudah diurus."

"Tentu saja. Meskipun Tuhan mengujiku, Ia tidak menyiksaku terlalu lama."
"Jadi, berhati-hatilah dengan dirimu sendiri"
"Orang yang tidak bisa kau keluarkan dari kepalamu itu... Gil Ra Im!"
"Jika kau memiliki perasaan tulus padanya, berhentilah bersikap seperti di dalam drama dan kembalilah menjadi dirimu sendiri".

"Aku sudah memutuskan. Aku akan putus dengan gadis itu".
"Tapi nanti... tidak sekarang".
"Aku sudah memikirkannya secara mendalam. Aku menyukai gadis itu. Jadi aku akan menemuinya seperti orang tidak punya harga diri."
"Mungkin sekarang dia terlihat membingungkan dan mengagumkan bagiku, tapi... Jika aku terus menemuinya, suatu saat dia akan menjadi perempuan biasa bagiku. Tidak lagi tampak mengagumkan lagi bagiku".
"Paling lama... 3 bulan!?"
"Melihat kepribadiannya... dia bukan tipe wanita yang bergantung padamu. Akan mudah putus dengannya."

"Menurutku, sepertinya kaulah yang tidak bisa putus dengan mudah."



***** ^ ^ *****
 Joo Won terus menemui Ra Im dengan berbagai alasan.
"Aku minta ganti rugi. Berat badanku bertambah."

"Apa?!"

"Sebelum kita tertukar aku punya bentuk perut yang bagus. Kemana otot perutku pergi?"
"Karena aku tidak punya otot perut, pakaianku tidak terlihat bagus di badanku".
"Kembalikan seperti semula."

"Dasar gila."


***** ^ ^ *****

"Ini semua pakaian dalamku yang kau cuci dan kau keringkan. Sekarang pakailah."

"Untuk apa aku harus memakainya?"

"Yang ini, aku tidak memakainya."

"Dibandingkan dengan yang biasa kau pakai, ini terlihat lebih bagus."

"Dasar gila!"


***** ^ ^ *****
 
"Kau harus bertanggung jawab."

"Untuk apa lagi sekarang?"

"Aku mengalami konstipasi. Apa yang kau masukkan ke dalam tubuhku?"

Joo Won: "Apapun yang kumakan tidak bisa keluar!"

"Benar-benar sulit keluar!"

"Apa kau punya bukti?"

"Bukti?! Apa kau ingin aku membawanya ke sini?!"

"Brengsek!"


***** ^ ^ *****



"Apa lagi sekarang? Ada apa?"

"Harga saham dept. store kami turun."

"Rumor kalau presdir adalah orang gila mungkin menyebar."

"Aku sudah jelas menyuruhmu untuk tidak menandatangani apapun. Tapi kau tetap saja melakukannya kan?"
"Apa kau tahu, 1 tanda tangan saja akan mempengaruhi saham?"
"Belum lagi, tanda tanganmu dengan bentuk hati bodoh."

"Apa yang harus kulakukan? Sekretaris Kim menyuruhku tanda tangan, jadi aku tanda tangan."

"Itu sebabnya aku akan memecat sekretaris Kim."

"Apa? Bagaimana bisa kau melakukan itu?"

"Kau tidak ingin aku memecatnya?"
"Baiklah! Mulai sekarang, aku bebas datang kapan pun aku mau."
"Ketika aku datang, kau akan menyambutku dengan rasa cinta, kebahagiaan dan kehangatan terhadapku. Ok?"

"Bagaimana kalau aku menyambutmu dengan tinju dan caci maki."

"Jadi tidak apa-apa jika aku memecat sekretaris Kim?"


"Coba saja."

"Lampiaskan amarahmu padaku... padaku. Apa salah bajuku padamu?"



"Lihatlah... lihat! Mengapa perempuan selalu melakukan itu?"
"Kalian tidak melakukannya ketika bersama para gadis. Tapi saat dekat seorang pria, sengaja meninggalkan krim di bibir kalian dan pura-pura tidak menyadarinya."


"Nanti kotor..."


"Kemarilah!"

Dan terjadilah foam kiss yang terkenal itu.


"Kenapa? Tisu tidak ada."
"Haruskah aku menghapusnya dengan bajuku? Ini dijahit satu demi satu."



"Aku peringatkan! Mulai sekarang, jangan gunakan kekerasan padaku."
"Jika kau menggunakan kekerasan kepadaku lagi, beginilah aku akan membalasnya."
(Maksudnya, Joo Won akan membalas dengan ciuman)



***** ^ ^ *****
 




"Aku juga ikut".

"Pergilah!"


"Apa yang kau lakukan?!"
"Sudah kubilang hidungku tinggi, aku bisa terluka".

"Aku yang menyuruhnya ikut".
"Lagipula hari ini hanya ada lari dan jatuh saja".

"Tak bisakah kita pergi sendiri? Mobil ini tidak nyaman".

"Mulai sekarang, si brengsek yang bicara dia akan ditinggal."

"Brengsek? Aku???"

"Senior bersuara. Ayo kita tinggalkan dia lalu berangkat."

"Hey, kau!"


***** ^ ^ *****


"Karena dia terus muncul di hadapan Ra Im akhir-akhir ini, aku membawanya kemari."
"Ra Im tidak sensitif, dia hanya menyuruhnya pergi terus-menerus."
"Jadi kuputuskan untuk menjadi Cupid."

"Aku perhatikan dari tadi, sepertinya kau melakukan kesalahan."
"Ini.. pasti tertukar kan?"
"Lepaskan... aku akan memakai yang itu."

"Apa??"


***** ^ ^ *****
 

"Apa yang kau lakukan?!!!"

"Tanahnya berlumpur!"


***** ^ ^ *****
 

"Hey! Hey! Hey!"
"Kau yang di sana. Apa yang kau lakukan!?"
"Kalian ada di pihak yang sama, mengapa kau menebasnya!!??"

"Ohh... kita di pihak yang sama?"
"Kupikir kita musuh."
"Kau bukan mata-mata Arab kan?"


***** ^ ^ *****
 
"Kau terlihat cukup cantik mengenakan hanbok."






"Sindrom Alice in Wonderland, kebingungan yang misterius."
"Seperti melihat melalui teropong dari ujung yang salah."
"Seolah-olah kau hidup di dunia dongeng."
"Ini sindrom yang menarik dan menyedihkan."
"Aku yakin aku pasti sudah terkena sindrom itu."
"Jika tidak, lalu mengapa.... setiap moment aku bersama gadis biasa itu... terasa seperti sebuah dongeng."


***** ^ ^ *****
 
"Ini tidak masuk akal. Kau tidak menjadi kaya atau terkenal. Mengapa kau ingin melakukan hal berbahaya semacam ini dimana kau bisa terluka atau bahkan mati?"
"Apa karena kebanggaan sebagai aktor laga? Tidak akan ada yang mengenalimu. Orang-orang hanya ingat pemeran utama. Apa hebatnya kebanggaan itu?"
"Apa aku salah?"


"Yang kau katakan benar. Tapi..."

"Dia akan mengingatku."
"Orang ini, dia akan mengingatku."
"Orang ini, dia akan mengingatku."
"Aku juga akan mengingat mereka semua."

"Ok. Terus kenapa, jika ada beberapa orang yang mengingatmu?"
"Apa itu akan merubah sesuatu?"

"Beberapa orang?"
"Lalu, berapa banyak orang yang akan mengingatmu?"
"Ketika kaki dan lengan mereka yang patah, bukan kaki atau lenganmu, lalu berkata, 'Syukurlah, ini tidak terjadi padamu.' Berapa banyak orang yang akan melakukan itu untukmu?"



"Karena itulah aku menyuruhmu untuk tidak ikut."
"Aku tidak tahu mengapa kau meremehkan pekerjaan kami, tapi kami sendiri yang memilih pekerjaan ini."
"Kami merasa bergairah melakukan pekerjaan ini, itulah mengapa kami melakukannya."
"Siapa kau, hingga merasa berhak memandang rendah apa yang kami lakukan?"


***** ^ ^ *****



"Senior juga sudah bekerja keras!"

"Makanlah yang banyak!"



"Kenapa kau melewatkan aku?

"Kau kan tidak makan makanan semacam ini."

"Aku makan atau tidak itu urusanku."
"Kau seharusnya membagikan makanan dengan adil."

"Kau bilang kau ingin diperlakukan berbeda."
"Diskriminasi dan ketidakadilan adalah akal sehat untuk orang sepertimu."

"Kau tidak bisa makan ini?!"
"Pria macam apa yang tidak bisa makan ini?!"

"Siapa yang tidak bisa makan apa?!!"

"Kau tidak bisa menilai laki-laki hanya dengan..."



"Kau yang minta. Makanlah!"

"Aku akan memakannya. Rasanya...."

"Kunyah!"
"Kunyah lalu telan!"

"Tidak mau!"
"Aku akan membiarkannya meleleh di mulutku!"








***** ^ ^ *****
 

"Haaahhh......!!!!"

"Apa?"

"Mengapa aku ada di sini?"
"Apa kita tertukar lagi?"

"Kenapa kau ada di sini? Pikirkan saja sendiri."


***** ^ ^ *****



"Rumah itu adalah rumahku."
"Aku tinggal di rumah itu!"

"Aku memakai celana dalamnya."
"Aku mandikan dia setiap hari dan menyikat giginya 3 kali sehari."


"Maaf. Aku tidak bisa menghentikan mereka. Mereka masuk begitu saja."


***** ^ ^ *****

"Aha... jadi kau belum pernah kemari sebelumnya."

"Apa kau membuang sikat gigiku?"

"Mengapa kau mencari sikat gigimu di sini?"

"Aku ingin handuk lain. Berikan handuk yang biru. Aku lebih suka yang itu."


"Sepertinya dia masih mabuk."


***** ^ ^ *****

"Ra Im ssi!"

"Hahaha..."

"Mengapa kau ada di sini?"

"Aku ingin berkata, 'Surprise!'"

"Kebetulan kau ada di sini. Aku ingin menjadikan Ra Im sebagai pelatihku untuk sementara."

"Pelatih?"


"Aku bertanya karena aku penasaran...."
"Kau tertawa karena menganggap yang tadi itu lucu... atau kau hanya berpura-pura?"


"Apa tidak apa-apa jika aku pergi?"

"Pergilah."



***** ^ ^ *****

"Bagaimana bisa kau membiarkan dia pergi?"

"Lalu, kenapa kau hanya berdiri saja?"

"Kau kan yang bisa bela diri. Bukankah seharusnya kau melakukan sesuatu?"
"Aku bisa memberimu pengacara."

"Apa saat ini kita ada di pihak yang sama?"

"Musuh dari musuhku adalah temanku."
"Tidakkah kau tahu itu?"
"Kenapa kau tidak tahu pepatah itu? Itukan pepatah dari Arab!"


***** ^ ^ *****
 
"Karena aku selalu di atas sebagai bintang, aku benar-benar lupa bagaimana cara memanjat."

"Karena kau atletis dan tidak ingin menjadi profesional, program intensif 10 hari sepertinya cocok."

"Halo..."




***** ^ ^ *****
 

"Apa Anda sudah menerima uangnya kembali?"
"Apa Anda belum menerimanya dari Joo Won?"

"Apa kau sedang bercanda denganku sekarang?"
"Apa uang yang kau terima terlalu sedikit?"
"Atau, kau benar-benar minta pembayaran bulanan?"
"Karena kau mengambil uang itu tanpa malu, meskipun kau tidak punya harga diri, kupikir setidaknya kau akan menepati kata-katamu. Kenapa kau terus menemui anakku?"
"Apa kau tidak punya harga diri sama sekali bahkan untuk berpura-pura?"
"Karena kau sudah mendapatkan uangnya, seharusnya kau menjauh."
"Atau meminta lebih banyak untuk menjauh darinya."
"Apa kau tidak memiliki etika dalam bisnis?"

"Kata-kata Anda terlalu kasar."

"Benar!"
"Kau pikir hanya kata-kataku saja yang kasar."




"Maafkan saya. Tadi hanya refleks."

"Silakan mencobanya lagi."

"Ap.. apa? Gadis macam apa ini?"
"Apa yang ibu lakukan sekarang?"
"Bu, kau tidak memiliki satu pun alasan untuk bersikap seperti ini terhadapnya."

"Kim Joo Won..."
"Kau berani bersikap seperti itu pada ibumu di depan gadis ini?"

"Ini karena ibu membuang-buang energi untuk hal yang tidak berguna."
"Ini bukan seperti aku akan menikahi wanita ini."
"Mengapa ibu harus memanggilnya ke sini dan menjadikan dia seperti karakter sebuah drama?"
"Jika aku mengatakan, aku tidak bisa hidup tanpa wanita ini, maka, kau baru boleh ikut campur dan mencoba menghentikanku."
"Tapi sekarang, hubungan ini hanyalah sementara."
"Tak bisakah ibu menunggu sebentar saja!?"




***** ^ ^ *****




Continue Reading...

Followers


View My Stats