Sampai Kapan Bermaksiat?

3/22/2010 Sulis 0 Comments

Tulisan ini kutemukan di salah satu halaman di dalam sebuah buku note/diary kecil. Pada halaman tersebut tertulis;

Kamis 13-4-06
Musholla Al Hadiid (kalo aku tidak salah membacanya).


Sampai Kapan Bermaksiat?


Katakanlah kepada si lengah agar bersiap.
Menyongsong datangnya kematian yang pasti.
Zaman telah mengusangkan masa muda.
Dan bila ia telah berlalu tak mungkin kembali.

Tidakkah para pelaku maksiat takut.
Kepada Dzat yang memiliki siksaan yang paling pedih.
Di hari ketika segalanya diperiksa.
Yang di situ kata-kata tak terbatas lagi.

Sampai kapan para pemuda terus sibuk dalam kesia-siaan.
Sementara persoalan besar telah menantinya.
Yang dijanjikan zaman pada orang-orang
Hanya melulu kelelahan dan kesusahan.

Wahai yang berangan-angan diabadikan oleh kenikmatannya.
Sementara lari dari kematian yang justru membuntutinya.
Kematian akan selalu datang kepada siapa yang mengangankannya.
Juga akan selalu pergi.

Kenikmatan hanya semisal baju untuk mengelabui.
Yang sejati hanya ke liang kubur dan lahat.
Umur selalu memendek setiap hari.
Hanya pada angan ia memanjang tiada henti.


Semoga narasumber ataupun penulis dari diary tidak keberatan jika kalimat-kalimat ini saya publish.
Tapi jika keberatan silakan menghubungi saya, dan posting ini akan saya hapus.

Bagi para pembaca, semoga kalimat-kalimat di atas dapat menjadi renungan dan pendorong agar kita menjadi hamba Allah yang lebih baik lagi. Amin.

You Might Also Like

0 comments: