Analisis Asal-asalan Final Liga Champions 2009/2010

5/24/2010 Sulis 0 Comments










Wuaaaaa..........................................
Aku ingin teriak sekeras-kerasnya dan teriak berkali-kali, tapi tak bisa, karena jika kulakukan itu orang rumah akan bangun.
Interku menang Liga Champions! 2-0 Dan aku menonton pertandingannya.
Padahal saat Inter melawan Chelsea dan Barcelona aku tak menonton. Tidur dengan pulas malah!

Dan hari ini, saat aku berencana untuk tidur/tidak menonton final Liga Champions (takut kalo kutonton, Inter malah kalah), aku malah tidak bisa tidur sama sekali mengantuk pun tidak. Rayuan lagu-lagu melo di radio tak mampu membuat mataku terpejam.

Sesuai judul di atas, aku akan mencoba membuat analisis sakarepku tentang Final Liga Champions 2009/2010 yang kutonton. Dan tentu saja aku akan menitikberatkan analisisku pada kehebatan Inter Milan.

Inter sungguh tampil luar biasa malam ini. Permainan Inter sungguh berbeda dari Inter yang dulu kukenal. Inter yang masih dilatih oleh Roberto Mancini. Masa' membandingkan dengan waktu Inter bertahun-tahun yang lalu?........Maklumlah, aku jarang nonton Inter, lagipula kenapa sih TV di Indonesia gak ada yang menayangkan Liga Itali?

Bagiku, permainan hebat Inter malam ini dikarenakan seluruh team yang bermain secara “excellent”. Setiap pemain Inter tidak ada yang bermain buruk. Memang Diego Milito yang memborong kedua gol kemenangan, tapi itu semua tentu saja berawal dari kerja sama team yang kuat. Ya...kerja sama team. Aku tak pernah melihat jalinan kerja sama antar pemain Inter yang begitu kuat seperti malam ini. Mereka bisa melakukan passing dengan cepat dan cerdas.
Ketenangan. Inter yang dulu tidak pernah tenang dalam menghadapi tekanan lawan., tapi malam ini permainan mereka sungguh terkontrol. Walaupun ditekan terus menerus oleh Bayern Muenchen melalui Arjen Robben, Olic, Hamit Altintop, serta Bastian S, para pemain Inter tetap mampu mentackle, merebut dan membuang bola dengan penuh percaya diri.
Permainan setiap pemain Inter sungguh luar biasa. Diego Milito, aku tidak menyangka kalo dia cepat dan cerdik. Caranya menggiring bola untuk menghindari dan mengecoh lawan sebelum membuat gol sungguh keren. Pandev, turut berjibaku untuk merebut bola dan membantu Milito melakukan penyerangan. Eto'o, dia memang seorang striker tapi malam ini dia tidak segan-segan turut turun ke bawah, membantu Maicon dan Zanetti dalam bertahan, dan melakukan counter attack sesekali. Sneijder, dia sungguh bekerja keras. Turun kebawah membantu pertahanan lalu melaju ke depan membantu Milito melakukan penyerangan. Kurasa kerja sama antara Sneijder dengan Milito benar-benar bagus sekali. Aku merasakan adanya persahabatan yang kuat di antara mereka. Cambiasso dan Zanetti, mereka berdua bersama Sneijder sukses menjaga lini tengah Inter. Chivu, dia sukses dalam menghadapi Robben. Robben tidak bisa berbuat banyak karena Chivu mengerahkan segala kemampuannya untuk mencegah Robben mendapatkan peluang untuk menyerang. Chivu pun tak ragu-ragu melakukan pelanggaran demi menghentikan Robben. Maicon, Samuel serta Lucio, juga berperan besar. Mereka berhasil menjaga pertahanan bahkan menjadikan badan mereka sebagai tameng dalam menghadapi tembakan keras dan cepat para penyerang Muenchen di kotak penalti. Julio Cesar. Dia berhasil menggagalkan beberapa peluang emas yang dimiliki Muenchen. Alhasil, dia tak kebobolan satu gol pun.


Dan di akhir cerita, Inter memenangkan Liga Champions (treble winner malah!), semua pemain Inter, fans Inter, official, menangis, bersuka cita atas musim yang fantastis ini!


NB: Selamat tinggal Mourinho! Terima kasih atas kado perpisahannya.

You Might Also Like

0 comments: