Ternyata.. Recovery Data tidak berhasil 100% tetep bayar full

11/06/2010 Sulis 0 Comments

Intermezzo:
Tidak kusangka, hujan abu Merapi sampai di rumahku. Sungguh sebuah pengalaman baru, menghadapi debu dimana-mana. Aku yang di kota saja deg-degan, apalagi masyarakat yang di dekat Merapi. Saudara-saudariku, yang tabah ya... Kalo saja aku bisa membantu lebih...

Cerita utama:

Cerita berawal dari usaha iseng dan ngawurku yang berusaha menginstall DaemonTool di laptop. Alhasil, laptopnya malah error (layarnya), dan sebagai tidak lanjut aku mengupgrade OSnya.
Selang beberapa hari, adikku datang dengan mata memerah dan berkata: "Mbak, fileku mbok hapus yo?"
Ternyata ada file penting milik dia yang disimpen di drive C: dan akibat dari langkah upgradeku file dia terhapus.

Petir menyambar! Melihat adikku yang sedikit stress, di rumah dimarahi ortu "Datane adikmu kok mbok ilangi ki piye?", aku cuma bisa diam. Aku gak tahu harus gimana menebus kesalahanku. Aku pun mendownload berbagai software recovery data gratis, dan setelah digunakan beberapa file memang ada yang kembali seperti semula, tapi file yang lebih penting gak bisa dikembalikan seperti semula alias corrupt.
Akhirnya aku dan adikku membawa laptop itu ke tempat service recovery data.

Yang pertama, tempatnya deket UNY, Quantum namanya kalo gak salah! Alamat onlinenya kalo gak salah lagi: www.bakung16.wordpress.com Di tempat ini hasilnya sama, file 'itu' gak bisa dikembalikan seperti semula. Filenya berisi tulisan atau simbol-simbol yang gak jelas. Dan ketika ditanya berapa biayanya, mereka menjawab GRATIS! Gak usah bayar katanya.

Kemudian adikku berinisiatif ke tempat servis lain. Kalo gak salah namanya X****e (sengaja kubikin gak jelas, karena tulisan ini adalah pendapat subyektifku), tempatnya di Janti. Cerita adikku, di tempat X itu harus bayar DP dulu. Mereka sih bilang terserah berapa DPnya, adikku ngasih 50 ribu. Setelah beberapa hari, hasilnya ternyata sama saja. File 'itu' gak bisa dikembaliin seperti semula. Lalu adikku tanya, pembayarannya berapa Mbak?
"200ribu."
Ha?! "Apa gak bisa diturunin mbak?"
Alhasil diturunin 50rb. Jadi biaya keseluruhan 200 ribu. Lalu mbaknya menawari (atau membujuk ya?) agar laptopnya tetep disana dan dilakukan upaya recovery lagi. Supaya tahu bisa....
Dan adikku pun terbujuk, dan membayar uang yang kurang, sebesar 150 ribu. Dia berharap jika uangnya dilunasi maka orang dari tempat service tersebut bisa berupaya lebih keras lagi, atau mungkin sebenarnya dia menganggap kalo uangnya dilunasi, datanya pasti kembali.

Dan hasilnya data tetep gak bisa kembali. Adikku konfirmasi lagi, ternyata uang tidak bisa dikembalikan. Walaupun cuma 50ribu yang jadi uang muka, juga gak bisa dikembalikan. Tentu saja adikku marah, kesel, data nya gak bisa kembali seperti semual, ongkosnya 200 ribu. Itupun untuk upaya mengembalikan satu buah folder.

Saat mau ambil laptopnya, adikku dah gak mau kesana lagi. Jadi yang ngambil aku dan bapak. Disana aku dan bapak kembali menanyakan perihal uang sebesar 200ribu itu. "Datanya khan gak kembali seperti semula kok bayarannya segitu?" Tanya jawab pun berlangsung dengan sengit (hiperbola).

Pada akhirnya aku tanyakan, "Yang mau direcovery khan cuma satu folder mbak, masak harganya segitu?" Mbaknya bilang kalo di tempat itu harga tidak dihitung berdasarkan kapasitas recovery, tapi itu harga untuk sekali recovery. "Kenapa nggak dibilang waktu di awal?" Maksudku: kenapa gak bilang dari awal kalo harga servicenya segitu. Mbaknya bilang: "Sudah kok mbak. Sudah bilang sama masnya."  Kami pun pergi dari tempat itu dengan laptop dan tanpa uang kembali.

Saat aku kembali ke rumah, kuceritakan pada adikku kalo itu harga untuk sekali service, dan kata mbaknya sudah dibilang di awal. Adikku:"Opo?!!!! Kapan mbak'e ngandani koyo ngono?! Mbak'e ora tau ngomong ngono!" Intinya adikku mengaku tidak pernah dibilang dari awal tentang standar biaya service.

Oh....uang 200ribu melayang hanya untuk hasil recovery yang bisa dilakukan dengan software gratis.
Anyway, terima kasih kepada Quantum, karena walaupun sudah bekerja keras mengembalikan data, tapi tidak meminta bayaran karena merasa tidak memberikan hasil yang memuaskan. Terima kasih.

You Might Also Like

0 comments: