Drama Korea Secret Garden episode 6

8/10/2011 Sulis 0 Comments

Episode sebelumnya:


Karena jiwa mereka sudah tertukar, maka nama baru akan digunakan. Jadi kalian tidak akan bingung siapa yang dimaksud. Ini nama barunya:
Ra Won = Tubuh Ra Im dengan jiwa Joo Won di dalamnya.
Joo Im = Tubuh Joo Won dengan jiwa Ra Im di dalamnya.


SinPic (Sinopsis Picture) Secret Garden episode 6

"Gil Ra Im?!"

"AAAaaaaa!!!!"

"Apa aku melakukan sesuatu... saat tidur?"

Hah!!!???

***** ^ ^ *****

Joo Im bersembunyi dari Yoon Seul.

"Apa yang sedang kau lakukan?"
"Jika kau seperti itu kau terlihat lebih aneh".

"Apa yang kau lakukan di sini?"

"Sorry!".

"Gil Ra Im!"
"Jangan lupa siapa dirimu, Gil Ra Im!"

"Kau tidak menahanku?"
"Apa aku harus mengikuti pria ini?!"

"Lepaskan tangannya!"

"Minta maaflah dengan benar".

Joo Im pun membawa Ra Won pergi.

Joong Soo dan Youn Seul heran melihat tingkah mereka berdua.

***** ^ ^ *****
"Kau minum air banyak sekali ya kemarin?"
"Aku sudah tidak tahan".

"...aaaaAAA!!!!!!" (background sound).

***** ^ ^ *****

"Kau tidak akan mengangkat kepalamu!?".

Joo Im mencoba membersihkan tangannya yang telah memegang sesuatu. ^ ^

"Mungkin karena kepala kita tertukar, aku jadi tidak bisa berpikir apa-apa".
"Berapa sih nilai IQmu? Apa ada 3 digit?"

"Kecepatan tinjuku lebih dari 3 digit".
"Kau mau mencobanya?!".

"Ah..... kenapa ini jatuh terus?".



***** ^ ^ *****

"Fakta kalau kau bisa memikirkan hal seperti itu, sudah membuatku shock".

"Bagaimana dengan ciuman?"

Ra Won dan Joo Im menunggu efek dari ciuman sekilas yang dilakukan Joo Im.

Tapi mereka tetap seperti semula.

"Kau mencium terlalu cepat."
"Jangan bergerak".

Ra Won menarik kepala Joo Im ke arahnya.

Mereka pun berciuman agak lama.

Selama mereka berdua berciuman....
Bibi aneh dari Taman Misterius berubah wajah menjadi ayah Ra Im.

"Kepada kalian, aku benar-benar minta maaf".
"Aku sangat ingin menyelamatkan putriku hingga aku melakukan hal ini".
"Kuharap kalian mau mengerti".


***** ^ ^ *****

Mereka berdua hampir berpelukan. Tapi kemudian tersadar dan melepaskan diri.

"Membelikan Ah Young apartemen..."

Ra Won: "Apa yang kau lakukan?".

"Huh...Hpku.. dimana?"

Joo Im mencari hp di saku Ra Won hingga membuat Ra Won geli.

"Yang kusentuh itu tubuhku!".

"Timku sudah berangkat ke lokasi..".

"Tahukah kau? Meskipun aku tertarik padamu, aku berpura-pura tidak tertarik".

"Cepat ambil sekarang. Cepat!".

***** ^ ^ *****

"Tapi... ada satu hal yang tidak kau ketahui tentang aku".

"Aku tidak punya keberanian".

***** ^ ^ *****

"Sejak tadi aku memakai benda itu!?"

"Hoohh...."

"Tunggu! Tidak bisa! Tidak boleh!"


***** ^ ^ *****
"Seluruh badanku gatal".

"Presdir...!"

"Apa!?"


"Aku di sini, sekretaris Kim".
"Apa Anda baik-baik saja?"

"Apa!? Ada apa?!"

"Apa!?"

"Bagaimana mereka bisa memutuskan hal seperti itu?!"
"Batalkan segera!"

"Iii...iitu kan yang ingin kau katakan Kim Joo Won?"

"Dia tersesat kemarin... di gunung".

"Apa kau mau mati?"

"Siapa yang Ra Im?!"

***** ^ ^ *****

"Oleskan krim cukurnya seperti ini..."



Pelajaran memakai bra oleh Hyun Bin ^ ^
"Kaitkan di depan".

"Putar.."

"Masukkan tanganmu.."

"Mengerti?!"

***** ^ ^ *****


"Panggil aku jika kalian akan melakukan pengambilan close-up".

"Oppa!"

***** ^ ^ *****

"Sampai usia berapa... seorang wanita bisa memiliki anak?"

"Anda dan Joo Won tampaknya menggunakan psikiatris dengan cara yang berbeda".

"Dokter.. apa Anda punya ramuan..?"

***** ^ ^ *****
"Gil Ra Im bersikeras ingin datang ke lokasi".

"Bagaimana jika kita ke sana dan berbicara sambil merokok?"

"Kau merokok?"

"Sunbae (senior)... aku pinjam ini sebentar".


***** ^ ^ *****

"Direktur... kau sudah ketahuan".

"Bahwa kau menyukaiku".



"Siapa bilang kau dapat melakukan itu pada wajahku?!"

"Kau pasti benar-benar sakit... iya kan?"




***** ^ ^ *****
Syuting pun dimulai...

"Tidak pernah".

"Kalau begitu.. akan aku beritahu seperti apa rasanya".
"Tidak dapat tidur dan makan itu biasa. Tertidur dan bangun juga menyakitkan."

Yoon Seul's voice: "Karena kau tidak tahu mengapa kau dan orang yang kau cintai menjadi orang asing."
"Kau bahkan tidak bisa mengeluh pada orang lain, karena mereka akan menjelekkannya."
"Jadi... kau menangis sendirian".

"Sudah berakhir. Kau sudah putus. Tapi kenangan tentang orang yang kau cintai selalu datang."
"Semakin kau melakukannya, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menghapus kenangan itu."
"Jadi untuk orang yang ditinggalkan, 365 hari dilalui dengan rasa sakit".
"Tapi, hal yang paling menyakitkan adalah... orang itu tidak pernah memikirkanmu".
"Merasa bahwa hanya kau yang tidak bisa melepaskan."
"Orang itu sepertinya sudah melupakanmu dan hidup bahagia."
"Yang kau inginkan hanyalah mati."
"Tapi kau juga tidak bisa mati".
"Karena.. jika kau mati... kau tidak akan bisa melihatnya lagi".

"Seperti itu rasanya...ketika kau putus cinta."


***** ^ ^ *****

"Hubungan kami sudah selesai."
"Jadi Kim Joo Won... selesaikanlah urusanmu dengan Gil Ra Im... lalu datang padaku".

"Wah... gaya hidup mereka benar-benar berbeda".

***** ^ ^ *****

"Dia tidak menyukaimu".

"Direkturmu... menyukaimu".

"Kau mau pergi kemana?"

***** ^ ^ *****

"Ya Tuhan!"

"Ini..."

"Bukan aku.. Sumpah!"

"Ah... aku salah bicara!".

"AAAAKKKK!!!!!!!!"

***** ^ ^ *****

"Oppa!"

"Oppa....Bolehkah aku tetap di sini?"

"Gil Ra Im!"
"Gil Ra Im bukanlah wanita seperti itu!"

"Wah... benar-benar enak jadi wanita".

***** ^ ^ *****

"Direktur... aku tahu sikapku hari ini sangat aneh dan mengecewakan."
"Mungkin untuk sementara waktu. Mungkin untuk waktu yang lama, aku akan terus bersikap aneh".
"Aku akan menjelaskannya nanti".

"Aku benar-benar minta maaf direktur".

***** ^ ^ *****
Malam itu... mereka berlima merenung.


***** ^ ^ *****

"Hanya sekali."
"Aku hanya akan melihatnya sekali".



***** ^ ^ *****
Keesokan harinya...

"Apa yang akan kau lakukan? Kita masih tetap seperti ini".

Oska's note: "Aku pergi duluan. Sampai jumpa di Seoul".

"Lalu bagaimana dengan acara dept. storeku?!"

"Mandi apa!?"

"Sampai kapan kita tidak akan mandi?"
"Lagipula... tidak banyak yang bisa dilihat".

"Lihat! Apa ini tubuh seorang wanita?"

"Seluruh tubuhmu dipenuhi luka".

"Apa kau sudah gila? Kau tidak mau menurunkannya!?"

"Berapa banyak yang sudah kau lihat?!"
"Turunkan! Turunkan!"







***** ^ ^ *****


You Might Also Like

0 comments: